Kamis, 08 Juni 2017

Legacy

Judulnya sepertinya uwow. Dulu, saya kepikiran, sepertinya saya tidak ingin mendapati diri saya menjadi tua, tidak berdaya, pikun dsb. Jadinya, ya saya ingin pergi di usia yang gak tua-tua banget. Mati muda (ya gak muda-muda banget). Astaghfirullah. Astaghfirullah. Astaghfirullah. Apalah yang saya tau tentang umur, ya kan? Prerogatif Allah itu. Namun, beberapa bulan terakhir ini, saya kayak ditampar.
Saya mendadak takut mati.
Duh, cukup gak ya bekal saya.
Duh, orang tua saya gimana? Adek-adek juga?
Duh, saya belum punya yang mau diwariskan.
Duh, saya belum nikah. *eh
Duh, saya takut dilupakan.
Duh, apa kabar amal jariyah.
dan serangkaian insekuritas lainnya.

Jadi, saya sempat merenung sebelum tidur dengan pertanyaan yang sama. Mau saya apa sih? Apa yang sudah saya capai? Apa yang sudah saya tinggalkan? Saya evaluasi lagi tuh visi misi hidup (trust me, ini gak muluk2 banget kok). Intinya saya jadi berpikir halah masih segitu-gitu aja kok udah pede mikirin mati muda.
Saya nulis di postingan ini adalah sebagai pengingat..
...jika nanti saya lalai atau demotivasi
...jika nanti saya skeptis
...jika nanti merasa capek

Uang bisa dicari, tapi waktu dan kesempatan belum tentu. Saya sering mengingatkan diri saya seperti ini,
we are at the age of the brightest and the most challenging of our life
Makanya, jangan sampai rutinitas saya menjadikan saya lupa dan lalai. Golden age-nya dewasa sepertinya sekarang. Ketika masih muda, sehat dan berkesempatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

me as person

nothing in particular

Catalanz

"I will sail all over ocean, climb all of mountain and cross all over the world... with you"